10 Tips Cara Membeli iPhone Bekas Berkualitas agar Tidak Tertipu 2019

Tips Membeli iPhone Bekas - Berbagai macam tipe smartphone Android di pasar elektronik baik online maupun offline, belum bisa menggeser pesona iPhone. Yups, bertambah tahun iPhone semakin diminati dan dicari oleh masyarakat Indonesia. Meskipun disandingkan dengan banyak smartphone Android yang hadir dengan desain fitur premium, belum bisa menjadi trending seperti iPhone. Akan tetapi, harga yang ditawarkan oleh Apple bisa dibilang cukup mahal sehingga menjadi pertimbangan untuk membelinya.

Mahalnya harga iPhone membuat masyarakat lebih memilih membeli iPhone bekas atau iPhone second hand yang beredar di pasaran. Nah, kita harus berhati-hati agar tidak tertipu dalam membelinya. Membeli iPhone bekas namun berkualitas memang bukan hal yang mudah. Perlu tips-tips yang kita pahami sebelum memutuskan untuk membelinya. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai tips cara membeli Iphone bekas berkualitas agar tidak tertipu.

1. Cek Keaslian iPhone

Hal pertama yang harus kita lakukan ketika ingin membeli iPhone bekas adalah memastikan keaslian iPhone. Ini penting sekali mengingat banyaknya iPhone palsu yang beredar di pasaran sehingga harus sangat hati-hati saat memilihnya. Jangan sampai iPhone yang kita beli adalah iPhone palsu atau replika.

Cara mengetahui iPhone asli atau replika adalah kita harus memastikan iPhone tetap aman dan tidak muncul pesan error "Could Not Activate iPhone because activation server is temporarily unavailable" saat mengatur iPhone ke pengaturan pabrik atau hapus semua konten dan konfigurasi.

Cara yang ke-2  untuk mengetahui keaslian iPhone, yaitu dengan mengecek IMEI atau nomor seri yang tertera di dusbox atau yang terdapat diperangkat tersebut. Cara ini harus dilakukan karena bisa jadi laman login iCloud tidak muncul ketika kita hendak restore iPhone untuk instal ulang atau mendapati iPhone is disabled.

Baca juga : Aplikasi Email Terbaik untuk Smartphone Anda

2. Pastikan Serial Number dan IMEI iPhone 

Hal lain yang harus kita lakukan sebelum membeli iPhone bekas adalah memeriksa kesamaan nomor seri dan kode IMEI. Cukup mencocokan nomor seri dan kode IMEI yang tertulis pada kotak kemasan dengan yang ada di sistem operasi iPhone bekas tersebut.  Pastikan nomor seri dan kode IMEI kedua tersebut sama. Untuk mengecek nomor IMEI bisa lihat di menu Setting> General>About, dan cek di website resmi apple supaya kamu tahu kapan masa garansi habis.

Buka situs http://iphoneimei.info/, lalu lihat detail keterangan country purchased dan pastikan berasal dari Indonesia. Atau kita bisa mengecek kode IMEI iPhone dengan membuka sim card tray. Matikan iPhone terlebih dahulu kemudian lepaskan dengan menggunakan pin dan lihat kode yang tertulis pada sim card tray.

3. Pastikan Itu Bukan iPhone China

Perlu pemahaman khusus untuk mendapatkan iPhone bekas berkualitas sebelum membelinya agar tidak tertipu. iPhone china yang dimaksud adalah iPhone-iPhonean. Bukan iPhone yang di rakit di china. Ciri-ciri dari iPhone original adalah kita pastikan memiliki menu untuk mengakses AppStore secara default di iPhone itu. Selain itu, kita bisa cek di Settings>General>About.

Cara yang bisa kita  lakukan adalah mencoba touch screen iPhone tersebut menggunakan kuku. Jika responsif saat di touch pakai kuku, bisa dipastikan iPhone itu palsu atau iPhone-iPhonean. Karena iPhone yang asli tidak bisa di touch hanya dengan menggunakan kuku.
Cara berikutnya bisa kita lakukan pindah-pindah halaman, jika iPhone tersebut responsif untuk perpindahan halaman itu, maka iPhone itu asli. iPhone yang palsu biasanya tidak responsif untuk perpindahan halaman.

Baca juga : Foto Editor Online Terbaik seperti Photoshop

4. Periksa Kondisi Bodi, Tombol Home, Power dan Volume

Walaupun iPhone yang kita beli adalah bekas artinya sudah pernah dipakai oleh pemilik sebelumnya, tetap kita harus memperhatikan kondisi bodi. Kita juga tidak tahu seperti apa perlakuan penggunaan iPhone tersebut oleh pemilik sebelumnya.

Periksa bodi iPhone apakah masih mulus (tanpa goresan) atau tidak, bengkok atau mungkin retak. Khususnya di bagian pojok yang kemungkinan pernah jatuh atau terbentur. Cacat karena goresan atau yang tidak berhubungan dengan spare parts bisa jadi kita meminta penurunan harga.

Kita juga harus memeriksa kondisi tombol Home, Power dan Volume, sebab tombol inilah yang seringkali kita gunakan ketika menggunakan iPhone nantinya. Untuk mengeceknya, kita hanya perlu menekan tombol-tombol tersebut dan melihat seberapa responsif yang ada di layar iPhone. Begitupun untuk tombol yang lain seperti tombol Power, Volume dan Switch Ring.

Jika tombol tersebut kurang responsive atau tidak berfungsi, sebaiknya kita mengurung niat untuk membelinya mengingat spare parts iPhone terbilang langka dan harganya mahal.

Ada juga pelengkap lain yang perlu kita pastikan, antara lain Pastikan jaringan seluler dan internet, masukkan dan coba kartu SIM. Pastikan earphone asli dan berfungsi dengan baik. Pastikan charger dan kabel USB berfungsi dan tidak longgar. Mengingat harga charge iPhone juga tergolong mahal untuk yang asli. Pastikan jack audio tidak tersendat-sendat. Pastikan speaker dan earphone mengeluarkan suara yang normal dan jernih. Jika suara pecah, bisa jadi telah terkena air atau kerendam.

Baca juga : Alat Pembaharuan Drive Terbaik untuk Windows Terbaru

5. Periksa Kondisi Touch Screen, Kamera dan Baterai

Bagian lain yang harus diperhatikan sebelum membeli iPhone bekas adalah kondisi touch screen, kamera, dan baterai. Untuk memeriksanya harus Anda lakukan satu persatu.

#1. Periksa kondisi touch screen atau layar sentuh terlebih dahulu dengan mencermati seluruh bagian layar sentuh, baik bagian tengah, pojok atau bagian lain dan baik saat dimatikan maupun ketika dinyalakan. Pastikan tidak ada bintik-bintik atau warna yang aneh di bagian sudut layar sentuh saat iPhone dimatikan, begitupun saat iPhone dinyalakan.

#2. Periksa kamera yang terletak di bagian depan dan belakang. Cukup lakukan selfie dengan mengaktifkan kamera depan dan mengambil gambar dengan kamera belakang. Pastikan flash berfungsi dengan baik atau tidak ketika memotret menggunakan kamera belakang.

#3. Periksa kondisi baterai dan charger termasuk kabel data, baik itu kabel 30 pin atau lightning. Caranya dengan mengunakan iPhone selama beberapa menit hingga satu jam. Lihat persentasi baterai saat pertama kali digunakan kemudian gunakan beberapa aplikasi dan game berat sekaligus sekitar 30 menit. Kemudian lihat kembali persentasi baterai. Jika berkurang dengan cepat, berarti daya tahan baterai sudah lemah (drop).

6. Periksa Sistem Operasi dan iCloud iPhone

Periksa status iCloud sebelum membeli iPhone bekas. Simak caranya dibawah ini:
Buka situs imei24.com yang salah satu fiturnya dapat mengecek iCloud Activation Lock pada iPhone kamu hanya dengan menggunakan nomor IMEI. Ketika sudah terbuka, masukkan nomer IMEI pada kolom yang telah disediakan dan tekan tombol Check. Kita akan mendapatkan informasi mengenai iPhone. Informasi tersebut berkaitan tentang Serial Number, status Find My iPhone, status iCloud, apakah iPhone kita refurbish atau tidak, garansi, dan lainnya.

Perhatikan status dari Find My iPhone dan juga iCloud-nya. Jika status Find My iPhone adalah Off dan status iCloud-nya Clean, berarti iPhone tersebut aman untuk digunakan.
Namun, jika kedua statusnya adalah kebalikannya, lebih baik kita meminta pemilik sebelumnya untuk menonaktifkan iCloud dan Find My Iphone-nya terlebih dahulu. Karena ini demi keamanan kita dan iPhone kita. Bisa saja suatu saat iPhone kita malah ke-lock jika status iClod-nya masih tersangkut.

Baca juga : Web Browser Paling Aman untuk iPhone 2019

7. Periksa iPhone SU atau FU

Ada dua jenis iPhone yang saat ini beredar di pasaran yaitu iPhone SU dan FU. Pastikan kita mengetahui perbedaan antara iPhone SU dengan iPhone FU. iPhone FU (Factory Unlock) adalah jenis iPhone yang tidak dikunci oleh pabrik pembuat iPhone, sehingga iPhone ini dapat digunakan untuk semua kartu SIM di seluruh dunia. Jadi, kita bisa berganti-ganti layanan operator.

Berbeda dengan iPhone SU (Software Unlock) adalah jenis iPhone yang sudah di-unlock menggunakan software. Jadi, iPhone ini sebelumnya adalah jenis iPhone yang di-lock oleh pabrik untuk menggunakan satu kartu saja. Proses unlock bisa dilakukan dengan cara di-jailbreak dan biasanya tidak 100% seluruh fungsi akan berjalan normal.

Jadi, lebih disarankan untuk membeli iPhone FU karena kita bisa langsung pake kartu apapun tanpa harus melalui proses unlock pada iPhone. Untuk memastikan hal ini, kita  bisa mengecek dengan mengunjungi laman imei.info dan memasukkan nomor IMEI.

8. Pastikan Garansi Dalam Negeri Bukan Internasional

Umumnya, produk Apple baik itu iPhone, iPad, Mac dan perangkat lainnya memiliki masa garansi sampai satu tahun. Bisa juga lebih dengan menambahkan garansi menggunakan layanan AppleCare.

Sebaiknya kita memilih iPhone yang pemakaiannya belum cukup satu tahun agar mendapatkan garansi resmi dari Apple Authorized Reseller.Hal ini dimaksudkan ketika mengalami masalah, kita dapat dengan mudah klaim iPhone ke toko resmi Apple tanpa harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Jika tetap memilih membeli iPhone yang masa garansi sudah habis atau berumur lebih dari satu tahun, pastikan kita mendapatkan garansi toko.

Pastikan juga perangkat tersebut memiliki garansi dalam negeri dan bukan garansi internasional seperti keluaran US atau Singapura. Hal itu karena, Apple Service Center di Indonesia tidak akan melayani handset yang tidak dibeli di dealer resmi Indonesia.

Harus kamu ketahui bahwa tidak ada istilah garansi internasional untuk iPhone, yang benar adalah garansi regional. Artinya iPhone hanya bisa klaim garansi di negara iPhone tersebut dikeluarkan. Untuk mengetahuinya, kamu bisa lihat di dusbox belakang kiri bawah. Contoh kode negara untuk iPhone:

MY/A: Malaysia
LL/A: Amerika
X/A: Australia
ZP/A: Singapore, Hongkong
PA/A: Indonesia

Baca juga : Apple memperbaiki Iklan Buggy iPhone

9. Lakukan Survei Harga

Jangan pernah tergoda dengan iPhone bekas yang harganya terlalu murah. Membeli iPhone bekas, juga perlu dilakukan survei harga. Pastikan kita survei harga iPhone bekas untuk jenis iPhone yang akan dibeli sekalipun harga yang ditawarkan oleh penjual atau toko berbeda-beda. Ini dimaksudkan agar kita punya patokan harga yang nantinya memudahkan ketika ingin negosiasi dengan penjual.

Kita bisa mengecek harga pasaran di toko-toko online yang menjual iPhone bekas. Tinggal ketik model iPhone apa yang kamu inginkan, filter ke harga barang bekas, dan kita bisa lihat harga pasarannya.

10. Pilih Transaksi Aman

Setelah kita mengetahui spesifikasi dan kualitas iPhone bekas tersebut, kita juga harus mepertimbangkan cara pembayaran yang aman saat membelinya. Transaksi belanja online yang paling paling aman adalah COD. Dengan begitu,kita dapat bertemu langsung dengan penjual dan memeriksa barang terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaranya.

Jika penjual tidak bisa melakukan transaksi secara COD sebaiknya gunakan pihak ketiga atau rekber (rekening bersama). Ini juga termasuk salah satu tips belanja online secara aman dimana uang yang kita transfer akan ditahan sementara oleh pihak rekber hingga barang diterima dan selesai diperiksa.

Tanyakan secara detail mengenai iPhone yang dibeli kepada penjual, agar kita bisa mendapatkan iPhone bekas berkualitas dan tahan lama.

Penutup

Membeli iPhone bekas adalah solusi mahalnya harga iPhone baru yang kian melonjak tinggi. Jangan mudah tertarik dengan harga murah, namun perlu diperhatikan kualitas iPhone bekas tersebut. Yang paling penting adalah keaslian dari iPhone tersebut. Pemeriksaan bagian pendukung lain akan menjadi patokan negosiasi harga saat kita membelinya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui tips cara membeli iPhone bekas berkualitas agar tidak tertipu.

Baca juga : Vivo Keluarkan Smartphone dengan RAM 6 GB

Masukan Email Anda untuk Menjadi Visitor Premium

0 Response to "10 Tips Cara Membeli iPhone Bekas Berkualitas agar Tidak Tertipu 2019"

Post a Comment